Kegiatan di luar sekolah seperti outing class menjadi salah satu program edukasi yang dihadirkan di beberapa sekolah di Indonesia.
Salah satu sekolah yang menjalankan program outing class adalah SDIT Bina Insan Mulia Wlingi, Blitar. Senin (2/2) siswa SDIT Bina Insan Mulia Wlingi mengikuti kegiatan peduli lingkungan berupa edukasi Turtle Talk, visit konservasi penyu, dan konservasi mangrove di Pantai Serang, Kabupaten Blitar.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran luar kelas bagi siswa kelas 5A. Sebanyak 17 siswa mengikuti kegiatan edukasi Turtle Talk di kedai DIKASIH KOPI dengan dipandu oleh mahasiswa UIN Satu Tulungagung, Alfi dan Lina.
Selama sesi edukasi Turtle Talk, peserta mendapat materi seputar siklus hidup penyu. Menariknya, dalam kegiatan Turtle Talk, para siswa dan guru bisa mendengarkan penjelasan sambil melihat foto dan vidio yang menampilkan jenis penyu, cara perkembangbiakan penyu, hingga faktor-faktor yang menyebabkan hampir punahnya penyu. Pada sesi ini, peserta juga aktif bertanya seputar materi yang telah disampaikan.
Salah satu sekolah yang menjalankan program outing class adalah SDIT Bina Insan Mulia Wlingi, Blitar. Senin (2/2) siswa SDIT Bina Insan Mulia Wlingi mengikuti kegiatan peduli lingkungan berupa edukasi Turtle Talk, visit konservasi penyu, dan konservasi mangrove di Pantai Serang, Kabupaten Blitar.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran luar kelas bagi siswa kelas 5A. Sebanyak 17 siswa mengikuti kegiatan edukasi Turtle Talk di kedai DIKASIH KOPI dengan dipandu oleh mahasiswa UIN Satu Tulungagung, Alfi dan Lina.
Selama sesi edukasi Turtle Talk, peserta mendapat materi seputar siklus hidup penyu. Menariknya, dalam kegiatan Turtle Talk, para siswa dan guru bisa mendengarkan penjelasan sambil melihat foto dan vidio yang menampilkan jenis penyu, cara perkembangbiakan penyu, hingga faktor-faktor yang menyebabkan hampir punahnya penyu. Pada sesi ini, peserta juga aktif bertanya seputar materi yang telah disampaikan.
Usai sesi Turtle Talk, seluruh peserta berkunjung ke area konservasi penyu untuk melihat secara langsung tempat inkubasi telur penyu, tempat karantina bayi penyu (tukik), serta melihat rumah singgah untuk relawan.
Di Konservasi Penyu Segoro Lestari, para siswa bisa melihat secara langsung bagaimana konsep konservasi penyu dijalankan di Pantai serang Blitar, Jawa Timur.
Setelah visit konservasi penyu, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi konservasi mangrove. Di area konservasi mangrove Pantai Serang Blitar itu, para siswa melihat area pembibitan mangrove dan melihat pohon-pohon mangrove jenis bakau hitam (Rhizophora mucronata) dan pidada merah (Sonneratia caseolaris) yang sudah berusia hampir 15 tahun.
Beruntungnya, beberapa siswa mendapatkan kesempatan untuk melihat pengambilan buah mangrove jenis bakau hitam dan langsung menanamnya di area konservasi.
Setelah visit konservasi penyu, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi konservasi mangrove. Di area konservasi mangrove Pantai Serang Blitar itu, para siswa melihat area pembibitan mangrove dan melihat pohon-pohon mangrove jenis bakau hitam (Rhizophora mucronata) dan pidada merah (Sonneratia caseolaris) yang sudah berusia hampir 15 tahun.
Beruntungnya, beberapa siswa mendapatkan kesempatan untuk melihat pengambilan buah mangrove jenis bakau hitam dan langsung menanamnya di area konservasi.
Selama visit konservasi mangrove, peserta mendapat pengarahan dan penjelasan penuh dari mahasiswa Universitas Brawijaya, Brahma dan relawan pegiat lingkungan, Dita Faisal. Seluruh peserta tampak semangat dan antusias selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Kegiatan edukasi di konservasi penyu dan konservasi mangrove di Pantai Serang Blitar ini merupakan kontribusi nyata yang sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan. Kegiatan ini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran siswa untuk peduli terhadap lingkungan sejak dini, karena jika lingkungan sehat maka manusia akan selamat.
Kegiatan edukasi di konservasi penyu dan konservasi mangrove di Pantai Serang Blitar ini merupakan kontribusi nyata yang sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan. Kegiatan ini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran siswa untuk peduli terhadap lingkungan sejak dini, karena jika lingkungan sehat maka manusia akan selamat.
Informasi lebih lanjut seputar konservasi penyu di Blitar, meliputi pelepasan bayi penyu (tukik) sampai edukasi lingkungan bisa didapatkan melalui akun Instagram resmi @konservasipenyusegorolestari (LM)

.gif)
Posting Komentar untuk "SDIT Bina Insan Mulia Wlingi Gelar Outing Class Edukasi Turtle Talk di Konservasi Penyu Segoro Lestari Blitar"